masa depan keluarganya hancur gara-gara Facebook Ini Kisah Nyata

masa depan keluarganya hancur gara-gara Facebook Ini Kisah Nyata Kita semuanya sudah tahu kalau karenanya ada service sosial media sangat banyak faedah yang dapat diperoleh oleh pemakainya. Tetapi yang perlu dipahami yaitu, di segi lain sosial media juga dapat jadi media yang berbentuk destruktif jika pemakainya salah memakai basis on-line itu.

masa-depan-keluarganya-hancur-gara-gara-facebook-ini-kisah-nyata

Telah banyak masalah yang berlangsung akibat penyalahgunaan account media sosial. Beberapa salah satunya mungkin saja cuma menyebabkan persoalan yang tidaklah terlalu dalam serta dapat dikerjakan dengan cara kekeluargaan. Tetapi banyak juga masalah penyalahgunaan sosial media yang berbuntut sidang di meja hijau. Serta telah dapat ditebak, selanjutnya mereka yang menyalahgunakan akan dikenai sanksi hukuman maupun materiil dalam jumlah yang banyak.
Satu diantaranya datang dari negara Australia, belum lama ini tersingkap satu masalah penyalahgunaan sosial media yang menerpa seseorang warga Australia bernama Kenneth Rothe. Pria yang berprofesi sebagai entrepreneur hotel itu, mesti alami nasib naas dengan kehilangan bisnisnya bahkan juga memperoleh tuduhan serta pencemaran nama baik. Semuanya hal itu ia alami cuma lantaran satu hal yang remeh, yaitu satu tulisan di sosial media Facebook.

Awal masalah Kenneth Rothe

Kenneth Rothe sesungguhnya memiliki kehidupan yang dapat disebut tak punya masalah. Ia menggerakkan usaha di bagian perhotelan mulai sejak belasan th. waktu lalu. Kenneth Rothe memiliki dua buah hotel bernama Nirvana Village serta Blue Dolphin Motels yang terdapat di lokasi Coastal Town of Nambucca, Australia.

Sampai disuatu hari Kenneth di panggil dalam satu sidang oleh kejaksaan setempat dengan sangkaan prostitusi, tepatnya mengadakan tempat (dalam soal ini hotelnya) untuk beberapa penjahat pedofilia. Akibat masalah itu, usaha yang telah ia kelola sepanjang belasan th. perlahan-lahan alami kemunduran bahkan juga pernah nyaris ditutup.

Bukan sekedar kerugian dengan cara materiil, Kenneth juga kerapkali memperoleh serangan mental berbentuk cemooh serta ancaman dari banyak warga berkaitan masalah itu. Yang menyedihkan, serangan mental itu bukan sekedar diperuntukkan pada Kenneth tetapi juga pada keluarganya yang pasti tidak paham menahu masalah yang tengah dihadapi oleh sang kepala keluarga.

Tuduhan Berdasar pada Status Facebook

Tuduhan yang diarahkan pada Kenneth Rothe sampai naik ke meja hijau pasti bukanlah tanpa ada dilandasi aduan. Tepatnya pada bln. Maret th. 2014, seseorang petugas kelistrikan bernama David Scott memposting status di sosial media Facebook yang berisi otomatis menuduh Kenneth Rothe mengadakan praktik prostitusi pedofilia di hotelnya. Dalam status itu, ditulis juga himbauan supaya beberapa orangtua lebih waspada bila anaknya ada atau bermain di lokasi 2 hotel itu.

Dalam sidang yang di gelar untuk merampungkan persoalan ini, Kenneth menerangkan kalau hotel yang ia kelola memanglah kerapkali menghadirkan pelanggan keluarga maupun anak-anak untuk acara spesial. Tetapi dia menampik dengan tegas bila tempat usahanya itu dipakai untuk tindakan kejahatan seksual.

Ia juga menuturkan, bagaimana dampak yang diakibatkan dari status Facebook itu pada keadaan keuangan ataupun keluarganya. Ia kerap memperoleh panggilan telephone dari orang tak di kenal yang diisi ancaman maupun umpatan supaya dianya hentikan usaha hotel kepunyaannya.

Bahkan juga lantaran intensnya serangan mental yang ia alami, Kenneth hingga mesti bermalam dirumah sakit sepanjang 6 bln.. Bukan sekedar dianya pribadi, keluarga Kenneth harus juga memikul dampak dari tuduhan ini. Keluarga Kenneth pada akhirnya geser ke daerah lain yang jauh dari lokasi Coastal Village.

Akibat perbuatannya yg tidak bertanggungjawab, pada akhirnya Scott dijatuhi hukuman oleh pihak pengadilan serta mesti membayar denda pada Kenneth Rothe. Jumlah besaran denda yang perlu dibayarkan juga termasuk cukuplah besar yaitu meraih $115, 000 atau setara dengan Rp1, 5 miliar.
Untuk bebrapa rekanan semuanya pasti dapat mengambil pelajaran yang begitu utama mengenai bagaimana memakai service sosial media dengan cara bijak serta pas. Walau ada kebebasan dalam mengungkap pendapat pada umumnya, namun tetaplah ada batasan ketentuan yg tidak bisa dilanggar.

Mungkin saja duit sebesar 1, 5 miliar terdengar begitu banyak. Tetapi untuk ganti kerugian non material yang terkena oleh sang korban, mungkin saja angka itu akan tidak pernah cukup. So always be Smart and be Save!